Pencarian Konstitusional
Telusuri ratusan peristiwa berbukti, instrumen hukum primer, masa jabatan, dan pasal UUD 1945.
Peristiwa Berbukti (461)
Empat bulan setelah Soeharto lengser, Sidang Umum MPR mengesahkan piagam HAM nasional yang mengadopsi semangat Deklarasi Universal HAM - dokumen yang 32 tahun dihindari rezim karena dianggap barang "barat". Piagam ini menjadi payung seluruh legislasi HAM berikutnya, dari penguatan Komnas HAM sampai pengadilan HAM ad hoc. Catatan pedasnya: piagam lahir tanpa gigi - negara menandatangani pengakuan pada kertas jauh sebelum pada meja pengadilan.
Ditandatangani 20 Oktober 1998, undang-undang ini membebaskan unjuk rasa yang selama Orde Baru diberi label "subversif". Tahanan politik dilepas bertahap; buruh dan mahasiswa kembali boleh berdemo tanpa izin polisi. Dalam hitungan bulan jumlah aksi melonjak dari belasan menjadi ribuan per tahun - ruang sipil paling terbuka sejak 1950-an.
Keputusan yang membuat Habibie dicemooh elite Jakarta tetapi disegani dunia: setelah 23 tahun integrasi berdarah, nasib Timor Timur diserahkan ke kotak suara lewat kesepakatan tripartit Indonesia-Portugal-PBB (5 Mei 1999). Pada 30 Agustus 1999, 78,5% memilih merdeka - diikuti gelombang kehancuran oleh milisi pro-integrasi. Prosedurnya damai, pelaksanaannya tragis.
7 Juni 1999: 48 partai bertanding dan untuk pertama kali sejak 1955 rakyat memilih tanpa asas tunggal dan tanpa Golkar yang menang otomatis. PDI-P menang 33,7%; Golkar jatuh ke 22,4% - kalah pertama dalam enam pemilu. Pengamat internasional menyebutnya bebas dan adil meski kerusuhan Kupang dan Atambua meninggalkan luka. Inilah fondasi legitimasi demokrasi modern Indonesia.
Reaksi cepat atas pelajaran sentralisasi: saat Jakarta runtuh, Aceh, Papua, dan Riau menyuarakan perpisahan. UU No. 22 dan No. 25 Tahun 1999 membalik logika Orde Baru - daerah mengurus semua urusan kecuali yang eksplisit dipusatkan, lengkap dengan bagi hasil SDA. Implementasinya kacau di banyak tempat, namun arah desentralisasi tak pernah bisa dibalik lagi.
Dua undang-undang kembar ditetapkan 23 September 1999, hari-hari terakhir Habibie di Istana. UU Pers membunuh SIUPP - izin terbit yang bisa dicabut sewaktu-waktu, senjata pembredelan Soeharto - dan menggantinya dengan hak jawab. UU HAM memberi Komnas HAM mandat penyelidikan formal. Pers Indonesia melonjak dari satu dominasi menjadi ribuan media dalam lima tahun.
Dalam pekan pertama jabatannya, Gus Dur membubarkan departemen yang 54 tahun menjadi corong propaganda negara - dari manipulasi era konfrontasi hingga pencucian otak Orde Baru. Ribuan pegawai Depen kehilangan fungsi; pers bebas mewarisi tugas "penerangan". Simbolisme yang tajam: negara mengakui bahwa informasi milik warga, bukan monopoli istana.
17 Januari 2000, Gus Dur mencabut Inpres 14/1967 yang membatasi agama, kepercayaan, dan tradisi Tionghoa. Imlek kembali menjadi hari raya nasional setelah 32 tahun harus dirayakan diam-diam; barongsai yang dulu diburu polisi tampil di istana. Satu keputusan presiden menghapus tiga dekade diskriminasi budaya - bukti bahwa pelarasan bisa sesederhana itu.
Konflik Gus Dur-DPR yang memanas sepanjang 2001 - dari Buloggate hingga ancaman mendekrit - berakhir di Sidang Istimewa MPR 23 Juli 2001. Presiden pertama hasil pemilu bebas diberhentikan lewat prosedur konstitusi, bukan tank di jalan. Kritikus menyebutnya kudeta berjubah toga; pembelanya menyebut dewasanya checks and balances. Keduanya benar sekaligus.
Keppres 53/2001 membentuk pengadilan ad hoc untuk kekerasan pasca-jajak pendapat 1999. Hasilnya memalukan: dari 18 tertuduhan, semua pejabat Indonesia dibebaskan atau bebas banding, sementara dua orang Timor Leste jadi kambing hitam. PBB menyebut prosesnya "secara sistematik gagal menegakkan keadilan" - contoh klasik bagaimana negara bisa punya pengadilan tanpa punya keinginan menghukum.
Disahkan 27 Desember 2002 di tengah skeptisisme parlemen sendiri, UU ini melahirkan KPK dengan kewenangan super: penyadapan, penangkapan, dan penuntutan dalam satu atap - hal yang ditolak elite karena "berbahaya bagi politisi". Delapan tahun kemudian KPK memenjarakan ketua partai penguasa parlemen. Institusi antikorupsi paling ditakuti Asia Tenggara lahir dari rezim yang tidak terkenal bersih.
Disahkan Juli 2003, undang-undang ini menerjemahkan amandemen ketiga konstitusi menjadi mesin elektoral: rakyat langsung memilih presiden, bukan lagi MPR. Ironi sejarahnya tebal - Megawati menandatangani aturan yang setahun kemudian menjatuhkannya lewat kotak suara rakyat, kalah telak dari SBY. Negara yang matang adalah yang pemimpinnya rela dikalahkan oleh aturan yang ia buat sendiri.
Bom Bali 12 Oktober 2002 - 202 korban jiwa - memaksa legislasi kilat lewat Perppu yang kemudian menjadi UU No. 15/2003. Hasilnya nyata: Densus 88 dibentuk, jaringan JI dibongkar, para pelaku dieksekusi. Harga-harganya juga nyata: definisi terorisme yang luas kelak menjadi preseden perluasan makna "ancaman" dalam hukum pidana Indonesia.
13 Agustus 2003, sembilan hakim dari tiga jalur (MA, DPR, Presiden) dilantik - realisasi janji amandemen yang tertunda dua tahun. MK langsung membuktikan diri: dalam bulan-bulan pertamanya menerima puluhan permohonan uji UU dan membuka sidang kepada publik, sesuatu yang belum pernah dilakukan MA. Penjaga konstitusi resmi lahir; sejarah membuktikan ia akan menjadi lembaga paling digemari sekaligus paling digoda politik.
Tsunami Desember 2004 yang menewaskan 167 ribu orang di Aceh membuka pintu yang tak terduga: 15 Agustus 2005 pemerintah dan GAM menandatangani MoU Helsinki setelah 29 tahun perang dan puluhan ribu korban jiwa. GAM melucuti 840 senjata, pasukan nonorganik mundur, partai lokal dilegalkan. Konflik separatis terlama di Asia Tenggara berakhir di atas meja - bukti langka bahwa integrasi bisa dicapai dengan martabat, bukan hanya peluru.
Disahkan 11 Juli 2006, undang-undang ini menerjemahkan MoU Helsinki menjadi hukum: Aceh jadi satu-satunya provinsi dengan partai lokal, menerima dana otonomi khusus 2% APBN selama 15 tahun, dan pilkada pertamanya dimenangkan mantan panglima GAM Irwandi Yusuf. Provinsi paling militeristik Indonesia berubah menjadi laboratorium perdamaian - meski paket syariat yang menyertainya memunculkan pertanyaan baru tentang perlindungan minoritas.
Dirancang untuk kepastian ekonomi digital, UU No. 11/2008 justru melahirkan instrumen lain: Pasal 27 ayat (3) tentang "berita bohong" dan pasal karet lainnya tanpa definisi tegas. Dalam satu dekade lebih dari 400 orang dilaporkan pidana karena unggahan - dari pengkritik kepala daerah sampai tetangga yang bertengkar. Kepastian hukum bagi e-commerce dibayar mahal oleh kebebasan berekspresi warga.
Setelah enam dekade konstitusi menjanjikan kesetaraan, akhirnya lahir instrumen pidana anti-diskriminasi (UU No. 40/2008) - lanjutan logis pencabutan SBKRI pada 2003. Implementasinya lesu: segelintir perkara sejak disahkan, sementara diskriminasi bergeser ke praktik administratif harian. Namun fondasinya tertanam permanen: negara tak lagi punya dasar hukum untuk membedakan warganya.
November 2008, pemerintah menyelamatkan bank mungil milik Robert Tantular dengan Rp6,7 triliun - sepuluh kali lipat rencana awal Rp620 miliar. Dana menguap, pemiliknya sempat melarikan diri, dan pansus DPR terbelah persis di garis koalisi saat memvonis bailout itu "tidak salah hukum". Tidak ada pejabat tinggi yang dimintai pertanggungjawaban. Century adalah pelajaran abadi tentang bagaimana akuntabilitas bisa dikalahkan oleh aritmetika kursi parlemen.
Revisi total rezim antimonecucian memberi PPATK akses analisis transaksi finansial yang lebih luas dan menjadikan pencucian uang tindak pidana mandiri - tak perlu menunggu kejahatan asal terbukti. Instrumen ini kelak menjadi mata-mata paling efektif aparat antikorupsi: mayoritas tersangka korupsi besar jatuh bukan karena tertangkap tangan, melainkan karena jejak rupiahnya.
Perjuangan sembilan tahun pasca-amandemen Pasal 34 menghasilkan UU No. 24/2011: BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Pengusaha dan asuransi swasta melobi keras menolaknya; serikat buruh turun ke jalan memperjuangkannya. Saat beroperasi, JKN menjadi skema asuransi kesehatan tunggal terbesar di dunia - kini melebihi 200 juta peserta. Tulang punggung negara kesejahteraan Indonesia akhirnya ada.
Buah dari kerja sama iklim Norwegia senilai US$1 miliar, Inpres No. 10/2011 membekukan izin baru pada sekitar 64 juta hektare hutan primer dan gambut - diperpanjang berkala hingga 2019. Emisi deforestasi melambat nyata meski bocornya izin di lapangan tak kunjung kering. Preseden internasional penting: negara berkembang membuktikan hutan bisa menjadi aset iklim, bukan sekadar tambang kayu.
Digodok tanpa sorotan lalu disahkan April 2014, UU No. 17/2014 mengangkat MPR-DPR-DPD menjadi "lembaga negara" dengan anggaran raksasa dan hak inisiatif RUU. Pimpinan dewan mendapat kekuasaan alokasi masif; anggota biasa meredup; publik nyaris tak tahu undang-undang ini lahir. Contoh sempurna legislasi melayani diri sendiri: aturan yang ditulis elite, untuk elite, oleh elite.
Maret 2015, Rp20 triliun pertama mengalir ke 74 ribu desa - transfer fiskal langsung terbesar dalam sejarah republik, terus naik hingga lebih dari Rp100 triliun setahun. Ratusan ribu kilometer jalan desa dibangun; kasus korupsi kepala desa juga membubung ratusan tersangka per tahun. Eksperimen paling ambisius ini membuktikan dua hal sekaligus: negara sanggup sampai ke pelosok, dan pengawasan belum sanggup mengikutinya.
18 Januari 2015 enam orang ditembak mati di Nusakambangan - eksekusi pertama setelah moratorium empat tahun - disusul gelombang April dengan delapan orang, termasuk enam warga asing dari Bali Nine. Brazil dan Australia menarik dutanya; PBB dan Komnas HAM memprotes keras. Jokowi bertahan dengan narasi "krisis narkoba", sementara proses hukum para terpidana dipertanyakan karena akses advokat dan ujian clemensi yang sempit.
Perpres 63/2017 melembagakan PKH - bantuan tunai bersyarat ala Brasil dan Meksiko - menjadi program nasional: dari 800 ribu keluarga (2014) menjadi 10 juta keluarga. Ibu hamil wajib imunisasi, anak wajib sekolah; pelanggarannya memotong bantuan. Evaluasi mencatat stunting dan putus sekolah menurun di rumah tangga penerima. Kelemahan klasiknya tetap data kemiskinan yang usang, membuat jutaan orang layak tak terdaftar.
September 2019, mahasiswa dan warga di puluhan kota turun menolak revisi UU KPK dan RKUHP - aksi terbesar sejak 1998. DPR akhirnya menunda penetapan RKUHP, tapi revisi KPK sudah sah. Komnas HAM mencatat ratusan mahasiswa terluka akibat tembakan gas dan pemukulan aparat di Jakarta, Bandung, Makassar, Kendari. Pesannya jelas: jalan bisa mengalahkan agenda parlemen, tapi selalu dengan risiko darah.
Pasca-kerusuhan Surabaya atas rasisme terhadap mahasiswa Papua, pemerintah memblokir internet di Papua dan Papua Barat selama berpekan - shutdown terbesar dalam sejarah Indonesia. Koalisi LSM membawanya ke pengadilan; MK menyatakan pemutusan sepihak tanpa dasar hukum inkonstitusional (2020). Negara memilih memutus mata dan telinga warga ketika cerita yang menyebar tidak sesuai versi resmi.
Ribuan pasal dari puluhan UU dilebur jadi satu paket 944 halaman dalam hitungan bulan. Partisipasi publik nyaris nol: draf tidak dipublikasikan tuntas, pendapat ditampung simbolik. Buruh menggelar mogok nasional Oktober 2020; MK kemudian menyatakannya "inkonstitusional bersyarat" karena cacat formal. Preseden paling telanjang tentang bagaimana efisiensi bisa dibunuhnya prosedur demokrasi.
Respons awal lambat - presiden lebih dulu sibuk meremehkan virus di Januari 2020 - hingga kasus meledak Maret. Lalu negara banting setir: Perppu 1/2020 membuka belanja Rp1.700 triliun, PSBB-PKKM diselenggarakan, bansos mengalir ke puluhan juta keluarga, vaksinasi massal menyentuh 200 juta dosis dalam satu tahun. Akhirnya salah satu respons kesehatan publik terbesar dalam sejarah republik - dengan catatan transparansi data awal yang buruk dan korupsi bansos daerah yang merajalela.
Menampilkan 30 dari 461 peristiwa. Persempit kata kunci untuk hasil lebih spesifik.
Sumber Primer & Dokumen Hukum (485)
Masa Jabatan & Tokoh (45)
Pasal UUD 1945 (78)
Negara Indonesia negara kesatuan berbentuk republik; kedaulatan di tangan rakyat dilaksanakan menurut UUD; Indonesia adalah negara hukum.
MPR terdiri atas anggota DPR dan anggota DPD yang dipilih melalui pemilu; bersidang sekurang-kurangnya sekali dalam lima tahun.
MPR berwenang mengubah dan menetapkan UUD, melantik Presiden/Wapres, dan hanya dapat memberhentikan mereka menurut UUD.
Presiden memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD dan dibantu seorang Wakil Presiden.
Presiden berhak mengajukan RUU kepada DPR dan menetapkan peraturan pemerintah untuk menjalankan undang-undang.
Calon presiden/wapres warga Indonesia sejak kelahiran, tidak pernah menerima kewarganegaraan lain atas kehendak sendiri, tidak pernah mengkhianati negara, mampu rohani-jasmani.
Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat; ambang 50%+ tersebar 20% di lebih dari setengah provinsi.
Masa jabatan presiden-wapres lima tahun; dapat dipilih kembali hanya untuk satu kali masa jabatan.
Presiden/wapres dapat diberhentikan oleh MPR atas usul DPR karena pengkhianatan, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lain, perbuatan tercela, atau tidak lagi memenuhi syarat.
Usul pemberhentian harus melalui putusan MK atas pendapat DPR; dukungan 2/3 anggota hadir pada paripurna 2/3; MK memutus maksimal 90 hari.
Presiden tidak dapat membekukan dan/atau membubarkan DPR.
Jika presiden mangkat/berhenti/diberhentikan digantikan wapres; prosedur pengisian kekosongan dan pelaksana tugas presiden.
Sumpah/janji presiden dan wakil presiden sebelum memangku jabatan.
Presiden memegang kekuasaan tertinggi atas AD, AL, dan AU.
Dengan persetujuan DPR presiden menyatakan perang, membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara lain; perjanjian internasional berdampak luas perlu persetujuan DPR.
Presiden menyatakan keadaan bahaya; syarat dan akibatnya ditetapkan undang-undang.
Presiden mengangkat duta dan konsul serta menerima penempatan duta negara lain dengan memperhatikan pertimbangan DPR.
Presiden memberi grasi dan rehabilitasi dengan pertimbangan MA; amnesti dan abolisi dengan pertimbangan DPR.
Presiden memberi gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan lain yang diatur undang-undang.
Presiden membentuk dewan pertimbangan yang bertugas memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden (Wantimpres).