Pancasila·Index
BPK RI

BPK Periode 2019–kini

2019–kini · reformasi

Agung Firman Sampurna (Ketua BPK RI (2019–2022)) · Isma Yatun (Ketua BPK RI (2022–kini)) · Agus Joko Pramono (Wakil Ketua BPK RI (2019–2023)) · Hendra Susanto (Wakil Ketua BPK RI (2023–kini))

Indeks draf
38
skala 0–100 · 50 = netral
cakupan 17% dari 12 dimensi rubrik v1.0.0
1 penilaian · status: draf belum dikurasi
sebagian dimensi belum dinilaiSila 1Sila 2Sila 3Sila 4Sila 5 50

Skor per grup

Lima Sila Pancasila50/100 · cakupan 20%
Empat Tujuan Bernegara (Pembukaan alinea IV)belum dinilai · cakupan 0%
Norma Struktural UUD 194525/100 · cakupan 33%

Rincian dimensi & bukti

50Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesiakeyakinan 60%

Apakah kebijakan ekonomi memperluas keadilan distributif sesuai Pasal 33-34: kesejahteraan merata, bukan menumpuk pada segelintir elite?

Audit bansos dan PEN dilakukan, namun kredibilitas temuan terdegradasi oleh fakta bahwa auditor-auditor BPK sendiri terus-menerus terjerat korupsi. Akuntabilitas keadilan sosial tidak bisa ditegakkan oleh lembaga yang integritasnya dipertanyakan.

Peristiwa terkait: Pemeriksaan Komprehensif BPK atas Program PC-PEN Covid-19
25Saling pengawasan antarlembaga (checks and balances)keyakinan 70%

Apakah relasi eksekutif-legislatif-yudikatif berlangsung sehat: saling mengawasi, menghormati putusan, dan transparan?

Anggota BPK Rizal Djalil divonis penjara karena suap proyek SPAM. Kepala BPK Papua Barat Daya Patrice Sihombing OTT KPK menerima suap dari Pj Bupati Sorong. Pola korupsi BPK berlanjut tanpa jeda — badan pemeriksa yang seharusnya menjadi benteng terakhir akuntabilitas justru ikut terkorupsi.

Peristiwa terkait: Pemeriksaan Komprehensif BPK atas Program PC-PEN Covid-19
🌐Konteks Independen Global (Enrichment)

Indikator Integritas & Tata Kelola Independen (2019Kini)

Tolok ukur independen pihak ketiga berbasis data keras (hard data) dan riset akademik internasional. Dirancang untuk menguji validitas fakta di lapangan tanpa bergantung pada survei kepatuhan internal birokrasi yang rentan bias seremonial (“Asal Bapak Senang”).

⚖️Metrik Kesenjangan Fakta vs Klaim

Bandingkan skor independen ini dengan fakta hukum di peristiwa era ini.

27 dari 34 angka belum tertelusur

Angka bertanda garis putus-putus belum bisa dilacak ke penerbitnya. Jangan dikutip sebagai fakta.

Hard Data (Bebas Survei ASN)Sumber ↗
Belum terverifikasi

Index of Public Integrity (IPI)

European Research Centre for Anti-Corruption and State-Building (ERCAS)

Mengukur kapasitas objektif masyarakat dalam mengontrol korupsi berbasis data keras: Independensi Peradilan (Judicial Independence), Beban Administrasi (Administrative Burden), Keterbukaan Perdagangan, Transparansi Anggaran, Layanan Publik Digital (E-Services), dan Kebebasan Pers.

Rata-rata Era (2019–2026)6.7 / 1.0
2019: 6.78?2021: 6.65?2023: 6.58?
Analisis Kesenjangan:Data IPI menunjukkan tren penurunan kapasitas kontrol korupsi riil sejak 2019, sangat kontras dengan laporan internal instansi pemerintah yang rata-rata mengklaim kepatuhan Zona Integritas dan Reformasi Birokrasi di atas 85%.
Survei Masyarakat Sipil & AdvokatSumber ↗
Sebagian terverifikasi

WJP Rule of Law Index

World Justice Project (WJP)

Mengukur 8 faktor supremasi hukum dari survei independen masyarakat umum dan praktisi hukum: Pembatasan Kekuasaan Pemerintah, Ketiadaan Korupsi, Keterbukaan Pemerintah, Hak-Hak Dasar, Ketertiban & Keamanan, Penegakan Regulasi, Keadilan Perdata, dan Keadilan Pidana.

Rata-rata Era (2019–2026)0.53 / 0.00
2019: 0.53?2020: 0.53?2021: 0.52?2022: 0.53?2023: 0.53?2024: 0.52?2025: #69
Analisis Kesenjangan:Skor faktor 'Pembatasan Kekuasaan Pemerintah' (Constraints on Government Powers) dan 'Keadilan Pidana' stagnan di level rendah (~0.48-0.50), membuktikan bahwa deklarasi formal WBK/WBBM di peradilan belum mengubah persepsi masyarakat atas praktik impunitas dan intervensi politik.
Double-Blind Expert CodedSumber ↗
Sebagian terverifikasi

V-Dem Liberal Democracy Index (LDI)

Varieties of Democracy (V-Dem) Institute, University of Gothenburg

Basis data riset akademik global berbasis double-blind expert coding dan model Bayesian, menilai kualitas musyawarah publik (meaningful participation), kebebasan akademik/pers, serta kapasitas peradilan mengawasi tindakan inkonstitusional eksekutif.

Rata-rata Era (2019–2026)0.41 / 0.00
2019: 0.46?2020: 0.44?2021: 0.42?2022: 0.43?2023: 0.41?2025: 0.3
Analisis Kesenjangan:V-Dem mengkategorikan Indonesia mengalami 'democratic backsliding' sejak 2019 dan pada 2025 mencatat skor LDI terendah sedekade, berbanding terbalik dengan laporan kepuasan publik seremonial yang sering dirilis institusi resmi.
Double-Blind Expert CodedSumber ↗
Sebagian terverifikasi

Corruption Perceptions Index (CPI)

Transparency International

Komposit 13 survei independen bisnis dan penilaian pakar internasional untuk mengukur tingkat korupsi di sektor publik, peradilan, dan penegakan hukum.

Rata-rata Era (2019–2026)36.3 / 0
2019: 40?2020: 37?2021: 38?2022: 34?2023: 342024: 372025: 34
Analisis Kesenjangan:CPI turun dari 40 (2019) ke 34 (2022-2023), sempat naik ke 37 (2024), lalu kembali ke 34 dengan peringkat terburuk sedekade (109 dari 182) pada 2025 - kontras dengan narasi keberhasilan survei kepatuhan internal birokrasi.
Hard Data (Bebas Survei ASN)Sumber ↗
Sebagian terverifikasi

Open Budget Index (OBI)

International Budget Partnership (IBP)

Audit independen terhadap publikasi 8 dokumen kunci APBN tepat waktu, kekuatan pengawasan legislatif (DPR) & auditor eksternal (BPK), serta ruang partisipasi publik warga.

Rata-rata Era (2019–2026)70.0 / 0
2019: 70?2021: 70?2023: 70
Analisis Kesenjangan:Meskipun transparansi publikasi dokumen formal APBN dinilai memadai (skor 70), pilar 'Partisipasi Publik Riil' (Public Participation) sangat rendah (skor 26/100), membuktikan bahwa proses alokasi anggaran belanja negara masih bersifat teknokratis elitis dan tertutup dari masyarakat rentan.
Hard Data (Bebas Survei ASN)Sumber ↗
Belum terverifikasi

OECD Public Integrity Indicators (PII)

Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD)

Menilai kepatuhan regulasi dan penegakan standar integritas publik: pencegahan konflik kepentingan, transparansi lobi dan penyusunan kebijakan, perlindungan pelapor (whistleblower), dan akuntabilitas audit eksternal.

Rata-rata Era (2019–2026)53.0 / 0
2022: 54?2024: 52?
Analisis Kesenjangan:Evaluasi OECD menyoroti ketiadaan regulasi wajib transparansi lobi korporasi (lobbying disclosure) dan kerentanan saksi/pelapor korupsi di tubuh aparat penegak hukum dari kriminalisasi balik.
Double-Blind Expert CodedSumber ↗
Sebagian terverifikasi

World Press Freedom Index

Reporters Without Borders (RSF)

Mengukur kebebasan jurnalisme dan keselamatan pers di 180 negara: konteks politik, kerangka hukum, konteks ekonomi, konteks sosiokultural, dan keselamatan fisik/digital wartawan.

Rata-rata Era (2019–2026)53.2 / 0
2020: 59.48?2022: 56.4?2023: 54.83?2024: 51.15?2025: 44.13?2026: #129
Analisis Kesenjangan:Anjloknya skor kebebasan pers RSF ke peringkat 128 dunia pada 2026 mencerminkan tingginya represi digital, kriminalisasi via UU ITE, dan pemusatan kepemilikan media pada konglomerasi politik, berbanding terbalik dengan klaim kebebasan berpendapat di forum-forum diplomatik resmi.

Peristiwa berbukti

  1. 2020-01-08kebijakan
    Audit Investigatif BPK atas Skandal Investasi Saham Gorengan Jiwasraya Rp16,81 Triliun

    BPK RI merampungkan penghitungan kerugian keuangan negara pada PT Asuransi Jiwasraya sebesar Rp16,81 triliun, mengungkap persekongkolan investasi reksadana berkualitas rendah (saham gorengan) antara direksi asuransi BUMN dan manajer investasi swasta.

  2. 2020-07-10kebijakan
    Audit Investigatif BPK atas Korupsi Pengadaan Pesawat Garuda Indonesia

    BPK RI menyerahkan LHP Investigatif atas pengadaan pesawat Bombardier CRJ-1000 dan ATR 72-600 PT Garuda Indonesia Tbk, mengungkap kerugian negara dan praktik suap lintas batas yang melibatkan pabrikan asing dan manajemen maskapai nasional.

  3. 2021-05-31kebijakan
    Audit Investigatif BPK atas Mega Korupsi Investasi ASABRI Rp22,78 Triliun

    BPK RI merampungkan penghitungan kerugian keuangan negara dalam kasus korupsi pengelolaan dana investasi PT ASABRI (Persero) sebesar Rp22,78 triliun, salah satu skandal korupsi terbesar di sektor asuransi prajurit TNI, Polri, dan ASN Kemenhan.

  4. 2021-06-22kebijakan
    Pemeriksaan Komprehensif BPK atas Program PC-PEN Covid-19

    BPK RI menyelesaikan audit komprehensif atas pengelolaan anggaran penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi nasional (PC-PEN) ratusan triliun rupiah demi menjaga akuntabilitas belanja darurat publik.

  5. 2022-10-18kebijakan
    Audit Kinerja BPK Pengelolaan Dana Desa Rp468 Triliun & Kesenjangan Tata Kelola

    BPK RI mengungkap tingginya angka penyimpangan pengelolaan dana desa, lemahnya kapasitas aparatur desa, dan maraknya kasus tipikor kepala desa akibat minimnya sistem pengawasan terpadu di tingkat kabupaten/kota meski transfer anggaran telah menembus Rp468 triliun.

  6. 2023-05-15kebijakan
    BPK Rampungkan Audit Investigatif Korupsi Proyek BTS 4G Kominfo Rp8,03 Triliun

    BPK RI menyerahkan Laporan Penghitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) atas korupsi penyediaan infrastruktur BTS 4G BAKTI Kominfo sebesar Rp8,032 triliun kepada Kejaksaan Agung RI, yang menjerat Menteri Kominfo dan pejabat pelaksana proyek digitalisasi daerah 3T.

  7. 2023-06-20kebijakan
    Penyerahan IHPS II 2022 Memetakan Penyelamatan Keuangan Negara Rp13,66 Triliun

    BPK RI menyampaikan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II Tahun 2022 kepada DPR dan DPD, mengungkapkan pemulihan dan penyelamatan aset serta penyetoran kas negara senilai Rp13,66 triliun dari rekomendasi audit tata kelola belanja negara.

  8. 2024-05-29kebijakan
    Audit Investigatif BPK Kasus Kerusakan Lingkungan & Korupsi Timah Rp300 Triliun

    BPK RI bersama Kejaksaan Agung mengumumkan hasil audit penghitungan kerugian keuangan negara sebesar Rp300,003 triliun pada tata niaga timah PT Timah Tbk (2015–2022), mencakup kerugian ekologis dan biaya pemulihan lingkungan akibat penambangan ilegal di kawasan hutan lindung Bangka Belitung.

  9. 2025-06-18kebijakan
    Penyerahan IHPS II Tahun 2024 oleh BPK RI kepada Lembaga Perwakilan

    Ketua BPK Isma Yatun menyerahkan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II 2024 yang memuat hasil evaluasi kepatuhan anggaran kementerian/lembaga dan efektivitas program bantuan sosial serta perlindungan lingkungan hidup nasional.

  10. 2026-05-20kebijakan
    Penyerahan IHPS I Tahun 2025 dan Audit Pengawasan Keuangan Program MBG

    BPK RI menyerahkan IHPS I 2025 yang mencakup hasil audit investigatif dan kinerja atas tata kelola pengadaan bahan pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan efisiensi anggaran dan zero-corruption di seluruh satuan pelayanan gizi daerah.